Wednesday, August 17, 2016

Manfaat Labu Siam Untuk Diet dan Kesehatan

Labu siam begitu banyak faedahnya untuk kesehatan. Sayuran yang terjangkau harga nya ini adalah makanan sehat buat jantung, dapat mencegah kanker, serta begitu elegan untuk perempuan hamil.

Baca selengkapnya di --->>  Manfaat Labu Siam

Manfaat Labu Siam Untuk Diet


Type tanaman ini banyak ditanam di lokasi Filipina, Malaysia, serta Tanah air. Di Meksiko, tanaman labu siam tak cuma digunakan buahnya yang menjadi sayuran, umbinya pula yang menjadi bahan pangan sumber karbohidrat.

Labu siam tidaklah sayuran asing untuk beberapa besar masyarakat Tanah air. Labu siam di kenal oleh ada banyak sebutan, misal labu jipang (Jawa Tengah), manisah (Jawa Timur), dan waluh siam (Jawa Barat). Di jagat internasional, sayuran ini dipanggil chayote.

Labu Siam (Jipang) Kaya Serat

Buah labu siam mempunyai kandungan serat yang lumayan elegan, yakni 1, 7 g per 100 g. Mengkonsumsi serat dalam jumlah yang lumayan begitu elegan kepada menangani sembelit serta aman kepada lambung yang peka atau radang usus. Serat pangan bisa kurangi resiko penyakit kanker yang dikarenakan system pencernaan yang tak prima. Serat pangan dapat kurangi saat tinggal (transit time) makanan mulai sejak besutan rongga mulut sampai bekas makanan di keluarkan berbentuk feses. Sepanjang tinggal di saluran pencernaan, serat pangan bakal mengikat beberapa zat karsinogenik (penyebabnya kanker).

Karena secara singkat transit time bekas makanan di saluran pencernaan, saat zat karsinogenik bermukim pada badan pula semakin pendek, maka kesempatan terjadinya kanker jadi begitu kecil.

Kandungan asam folat selanjutnya buah labu siam pula lumayan elegan, yakni 93 mkg per 100 g. Mengkonsumsi 100 gr labu siam lumayan kepada mencukupi 23, 25 % keperluan badan bakal asam folat.

Asam folat begitu utama untuk ibu hamil sebab bisa kurangi resiko kelahiran bayi cacat. Mengkonsumsi asam folat yang rendah selanjutnya ibu hamil terkait erat oleh bobot bayi lahir rendah serta peristiwa neural tube defects (masalah otak).

No comments:

Post a Comment